Blog Archives

I Love You, Takes 3 Seconds to Say, 3 Hours to Explain and a Lifetime to Prove

I LOVE YOU

takes 3 seconds to say, 3 hours to explain and a lifetime to prove

Saat mengucapkan I Love You, mungkin cuman butuh waktu 3 detik ( ya iyalah pendek gitu, hihi ) dan kalo yang “ditembak” gak ngerti juga I Love You itu apaan ya dijelaskan mungkin bisa sampe 3 jam ( bayangin kalo jelasin ama orang Korea yang gak ngerti bahasa Inggris gimana, hihi, harusnya bilang Sarang Heyo gitu, mrgreen :mrgreen: )

Tapi satu hal yang sering kita lupakan adalah ”I Love You takes a lifetime to prove”

Cinta yang akan bertahan lama itu adalah Cinta yang terus dipelajari

Apaan itu ya…

Cinta kok dipelajari ???

Kebanyakan cowok waktu mereka sedang gencar-gencarnya PEDEKATE, mereka akan berubah menjadi paparazzi, berusaha mengetahui detail terbaru tentang cewek inceran mereka, apa hobinya, jenis lagu apa yang disukainya, makanan kesukaannya apa, hari apa yang paling berkesan buat cewek itu, wah banyak sekali deh kayaknya yang mau diketahui, cewek ini akan “dipelajari” abis-abisan, lebih semangat daripada kalo mau belajar untuk UTS, bener gak….. 😛

Tapi lihat saja kalo sudah dapetin nih cewek, udah jadian pula, dari paparazzi jadi orang cuek, udah gak seperti pas PEDEKATE. Makanya buat para cewek tetep pertahankan status dikejar aja, itulah saatnya kamu menjadi “princess“, hihi…

Inilah penyebab banyak Cinta tidak bertahan sampai lama…

Ketika orang yang kamu cinta berhenti untuk mempelajari kamu, itulah awal dari kerusakan hubungan kamu selanjutnya.

Jenuh. Bosen. Merasa tidak diperhatikan itu yang pasti akan terjadi.

I Love You takes a lifetime to prove….

So, kalo saat ini kamu sedang falling in love with someone, jangan pernah berhenti untuk mempelajari dia, karena cinta itu membutuhkan seumur hidup untuk dibuktikan dan dijalani.

I don’t wish to be everything to everyone, I just want to be something to someone.

Biarlah kata-kata diatas menjadi penutup posting aku kali ini, gak usah sibuk pelajarin orang lain, pelajarin hanya satu orang, orang yang kamu cinta, dan biarlah kamu menjadi something to someone….

Untuk Mu Disana

Bila memang semuanya mesti berakhir, ku harap dapat berakhir dengan indah. Sesuatu yang telah pergi takkan mungkin kembali, namun yang pergi akan berganti dengan sebuah balasan yang indah. Biarlah semuanya menjauh dan pergi, namun ku harap kau akan selalu ada untuk bisa tetap ku kenang… dalam hati dan setiap doa ku.

Pergilah dengan tenang tanpa ada tangis dan air mata, kehadiran mu selama ini telah ajarkan aku banyak hal tentang hidup dan cinta. Malaikat ku yang tak bersayap itu kini telah pergi tanpa kata selamat tinggal, namun kepergiannya telah musnahkan penderitaan ku yang selama ini ku rasakan, entah sejauh mana aku dapat bertahan untuk hidup tanpa dia. Tuhan.. bila masih ada waktu untuk ku jatuh cinta lagi, biarlah aku dapat menemukan sesosok malaikat seperti dia, meskipun takkan pernah lagi dapat ku temui sesosok keindahan yang sama dalam kenyataan. Pergilah malaikat ku, semoga Tuhan selalu memeluk mu dalam kasih sayang Nya yang tanpa batas. Di bawah bintang hidup ku, aku selalu berdoa dan tersenyum untuk mu disana……..

Filosofi Pohon

Dalam sebuah perjalanan seorang ayah dengan puteranya, sebatang pohon kayu nan tinggi ternyata menjadi hal yang menarik untuk mereka simak. Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut.

”Anakku,“ ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau ayahnya akan mengucapkan sesuatu yang serius.

”Adakah pelajaran yang bisa kau sampaikan dari sebuah pohon?“ lanjut sang ayah sambil tangan kanannya meraih batang pohon di dekatnya.

”Menurutku, pohon bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran, dan penyeimbang kesejukan udara,“ jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian.

”Bagus,“ jawab spontan sang ayah. ”Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,“ tambah sang ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas.

”Perhatikan ujung pepohonan yang kamu lihat. Semuanya tegak lurus ke arah yang sama. Walaupun ia berada di tanah yang miring, pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya,“ jelas sang ayah.

”Anakku,“ ucap sang ayah sambil tiba-tiba tangan kanannya meraih punggung puteranya. ”Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,“ ungkap sang ayah begitu berkesan.

**

Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang tidak berada pada hamparan luas nan datar. Selalu saja ada keadaan tidak seperti yang kita inginkan. Ada tebing nan curam, ada tanjakan yang melelahkan, ada turunan landai yang melenakan, dan ada lubang-lubang yang muncul di luar dugaan.

Pepohonan, seperti yang diucapkan sang ayah kepada puteranya, selalu memposisikan diri pada kekokohan untuk selalu tegak lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran. Walaupun berada di tebing ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan, dan lubang jebakan.

”Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran.“

Source: eramuslim.com

Apa Beda Psikolog dan Psikiater?

Banyak orang awam yang salah kaprah mengenai psikolog dan psikiater dan menganggap keduanya sama karena menyangkut masalah kejiwaan. Sebenarnya apa yang membedakan kedua profesi tersebut?

Kalau mau singkatnya penjelasan gampangnya seperti ini, psikiater boleh memberikan obat sedangkan psikolog tidak boleh memberikan obat.

Sedangkan jika lihat dari latar belakang pendidikan, psikolog adalah sarjana psikologi yang telah mengikuti program akademik strata satu (sarjana psikologi) dan program profesi sebagai psikolog.

Sedangkan psikiater adalah dokter spesialis yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana strata satu (sarjana kedokteran), pendidikan profesi sebagai dokter dan pendidikan spesialisasi kedokteran jiwa.

Seperti dilansir dari Kode Etik Psikologi yang diterbitkan Himpsi (Himpunan Psikolog Indonesia), Senin (21/6/2010), psikolog dan psikiater sama-sama mendalami ilmu kejiwaan dan segala hal yang berhubungan dengan perkembangan manusia.

Kedua profesi ini pun memiliki konsentrasi praktik yang sama, berupa upaya penanganan, pencegahan, pendiagnosaan dan pemberian terapi.

Namun, yang paling membedakan di sini adalah dalam hal pemberian terapi obat-obatan (farmakoterapi). Terapi obat-obatan ini hanya boleh dilakukan oleh psikiater, yang notabene berlatar belakang kedokteran yang lebih banyak berkecimpung pada penanganan secara klinis. Sedangkan psikolog lebih fokus pada aspek sosialnya, seperti memberikan penanganan berupa terapi psikologi (psikoterapi).

Walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa psikolog pun mempelajari ilmu kedokteran, pemberian terapi yang satu ini (farmakoterapi) tidak bisa dilakukan sembarangan, seperti yang telah tertera dalam kode etik masing-masing profesi tersebut. Hal ini dikarenakan psikiater, yang juga dikenal sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, lebih mendalami tentang kandungan dalam terapi obat-obatan dan telah memiliki izin untuk memberikannya.

Namun dalam pelaksanaannya, baik psikolog maupun Psikiater dapat saling bekerja sama. Psikolog dapat mereferensikan kliennya untuk berkonsultasi pada psikiater atau ahli lainnya bila dirasa ada hal yang perlu ditangani lebih lanjut, maupun sebaliknya. Hal ini tergantung pada kasus atau permasalahan yang dihadapi klien dan tergantung pada aspek mana yang perlu ditangani terlebih dahulu.

Permasalahan yang umumnya ditangani oleh psikolog maupun psikiater adalah masalah-masalah seputar penyimpangan perilaku misalnya kenakalan remaja, phobia sekolah, masalah kecemasan, konflik keluarga, krisis percaya diri , hingga masalah gangguan halusinasi, schizophrenia, dan lainnya.

Jadi sudah mengerti kan bedanya psikolog dan psikiater….. 🙂

 

Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada tiga tahun di Israel karena menjalani housemanship di beberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California , terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa Tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”

Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.” Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak di dalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung, menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi, begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),” ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah-buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah-buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel , penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (BODOH). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California , dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!” katanya.

Segala pelajaran akan dengan mudah ditangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi, olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Di samping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digodok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus mempraktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, seusai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia . Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.

Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

Benarkah merokok dapat melahirkan generasi ” B*D*H! ” kata ***** bukan dari penulis, tapi kata itu dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
“Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu.

Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts!!!

“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang, berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Di tangga berapakah kedudukan mereka di GNP sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok? Anda pikirlah sendiri……….”

Apa yg diminta kebanyakan orang Indonesia untuk sebutan TIPS? “Uang Rokok”.

Seorang buruh pasar, tukang becak, kuli & saudara” kita dengan penghasilan hari ini, untuk makan hari ini, ketika pertama kali menerima upah apa yg dibelinya? “ROKOK”.

Bahkan kebanyakan mereka rela tidak sarapan asal bisa N-G-E-R-O-K-O-K….. -__-)”

Dikutip dari : suaramedia

Memories Of Broken Heart

Malam yang dingin ini, ditemani rintik hujan dan hembusan angin, entah mengapa ada rasa yang mengganjal hatiku, aku merindukannya, ya aku merindukannya, tanganku meraih laptop yang ada dimeja, kubuka dengan seksama, kulihat profil facebookku, lalu tanpa kumau tanganku mengklik profil facebooknya, kuperhatikan setiap status yang dia tulis, tiba-tiba mataku perih, hatiku sakit, membaca sebuah statusnya yang bertuliskan

“Dia begitu indah dimataQ sehingga m’mbuat aQ ingin brubah deemi dia……….. I LOVE U”,

Ya Allah ternyata karena perempuan itukah,,sehingga membuat dia melupakanku, karena perempuan itukah dia mengabaikanku,,Ya Allah sakit hati ini mengingatnya, dulu saat dia masih bersamaku, dia selalu bilang hanya selalu cinta dan sayang aku, dia berjanji takkan mencintai wanita lainnya, tapi apa buktinya??, dia menghilang begitu saja tanpa kabar, dan setelah aku kehilangannya tiba-tiba dia muncul kembali dan menawarkan kembali hatinya, tapi karena aku terlalu cinta padanya, aku percaya semua janjinya bahwa dia takkan menyakiti hatiku lagi,,dia akan lebih peduli dan sayang padaku,,tapi janji itu hanya bertahan 3 bulan saja,,setelah itu dia kembali menghilang dan tak kembali sampai sekarang,,sampai aku melihat statusnya,,bahwa memang aku telah terlupakan olehnya,,bahwa memang aku telah tidak berarti lagi untuknya, bahwa aku memang telah tidak dicintainya lagi,,hanya sebesar itukah cinta yang kau agung”kan dlu padaku,,saat kau bilang kau cinta aku.

Ternyata tak lebih dari sekedar omong kosong belaka dan sekarang setelah kau menemukan yang lebih cantik dariku, yang lebih baik dariku menurut hati dan mata keranjangmu,,kau campakkan aku begitu saja,,seperti baju kotor. Sampai kapanpun bekas luka yang telah kau torehkan dalam perjalanan hidupku ini akan terus membekas sampai akhir hayatku sekalipun,,dan telah kujadikan pengalaman hidup yang membawaku menjadi sesosok gadis yang kuat dan tak mudah termakan rayuan para lelaki hidung belang sepertimu, cukup kamu saja yang telah menaruhkan sayatan luka dihatiku,,tak ku izinkan yang lainnya pun melakukan hal serupa padaku, biarlah waktu yang menghilangkan semua luka hati ini.

Tak terasa air mataku telah mengaliri pipiku dengan sangat derasnya,,wahai kau yang dulu pernah singgah ditahta hatiku,,tolong jangan kau sakiti wanita lain yang kau cintai,,biar cukup aku,,aku ikhlas walaupun hatiku hancur berkeping-keping tapi aku tau Allah masih akan selalu menyayangiku walaupun kamu tidak, inilah bukti kasih sayangNya padaku.

Hujan diluar masih terus menetes seiring menetesnya air mataku,,kupejamkan mata ini,,semoga esok pagi semua rasa sakit ini akan sirna seiring hadirnya sinar mentari.
Dan akhirnya akupun terlelap dengan genangan tetesan air mata disudut mataku.

Thanks to you…. karena kamu cerita ini ada.

Just a note:
That’s not my personal story
^_~

%d bloggers like this: