How Should We Educate Our Children

Assalamualaikum, pagi sahabatku… ^^
Kali ini Zahrah mo berbagi sedikit ilmu yang semalem gak sengaja Zahrah dapat dari Abi (ayahku). Kebetulan Abi baru pulang dari luar kota semalem, tepatnya dari Semarang. Di sana selain ada urusan kantor sekaligus ada training. Memang Abi sering banget ikutan yang namanya training or workshop. Entah sudah berapa banyak training dan macamnya yang sudah beliau ikuti, dan tidak jarang kami  (Umi (Ibuku), Aku plus adikku) diajak untuk ikut hadir ke training-training tersebut. Sesampainya di rumah semalem, Abi kasi 2 lembar brosur (masing-masing untuk Aku dan adikku), pesannya “Disimpan, jangan sampai HILANG”. Haaaa, pikirku apaan ciii, ko Abi pake bilang gitu segala??? Setelah ku baca isinya… Hmmm, baru ku paham maksud perkataan beliau tadi, mungkin maksud Abi, “Camkan kata-kata ituu dan jangan sampai kamu salah didik anak-anakmu nanti!” kurang lebih itu yang ku tangkap. Karena memang Aku dibesarkan tidak dalam kondisi ortu yang sempurna buat ku. Aku dibesarkan dalam keluarga yang islami, Ayahku orang yang bijak dan sabar, tidak banyak bicara tapi sekali bicara ucapannya lebih peka ketimbang ibuku yang cenderung lebih banyak omong (suka ngomel, hehee) dan cenderung wataknya keras, ringan tangan pula orangnya(ini yang paling gak ku suka). Intinya kalau biasanya dalam banyak keluarga ayahlah sosok yang banyak ditakuti anak-anaknya(yang notabenenya keras dan kaku orangnya), justru dalam keluargaku malah sebaliknya. Jadi jujur, ayahlah yang lebih bersahabat bagiku. Tidak seperti kebanyakan remaja putri yang mungkin bisa begitu dekat dengan mamanya. Aku lebih suka berbicara dengan ayahku, bisa diajak diskusi, tukar pendapat, kasi masukan dan solusi pastinya. Btw beginilah isi pesannya:

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.

Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar meragukan diri.

jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.

jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.

Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar untuk menyenangi diri.

jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupannya.

Setiap orang pasti punya versinya masing-masing… Kita memang tidak bisa memilih mana yang kita harapkan orang tua kita terapkan dalam mendidik kita, karena memang semuanya sudah terjadi. Tapi kita masih punya pilihan, yang mana kiranya yang akan kita berikan pada buah hati kita nantinya. Demi masa depan dan kebaikannya. Andai ada diantara kita yang terlanjur mendapatkan pendidikan yang kurang baik dari orang tua kita, janganlah kemudian membenci dan menghakimi beliau. Itu semua terjadi, mungkin hanya karena mereka tidak paham atas apa yang telah mereka lakukan, bahwa cara yang mereka pilih dalam mendidik anak-anaknya nantinya akan sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian sang anak. Oleh karenanya, tentu kita tidak ingin hal buruk yang telah menimpa kita akan terulang kembali pada buah hati kita. Semoga Allah SWT selalu membimbing kita, agar nantinya di saat kita, khususnya saya pribadi sudah saatnya menjadi seorang Bunda, bisa menjadi bunda sekaligus teladan yang baik bagi buah hati kita tercinta… Insyallah…

Semoga sedikit ilmu ini bisa bermanfaat buat kita semua….
_Calon Ayah dan Bunda_ ^^

About Faith4Hope4Love

A unique person created by God who loves music and has passion in education and motor sport. A smart girl who's obsessed with Michael Schumacher, watching F1, Moto Gp, surfing the internet and blogging... .: A girl with her colorful bittersweet life :.

Posted on March 28, 2011, in LiFe and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

    • Mav baru smpt balez krn memang kmrn sibuk jd baru bs bk lepi sore ini..

      Subhanallah… smpt hmpir nangis baca suratnya…
      Aq bisa pahami apa yg Azhar rasain, apa yang dy alamin. Karena jujur, Aq pun prnh ngerasain gmn rasax kehilangan orang yang paling Qt cintai, Qt sayangi… Yang bahkan meskipun dy uda nyakitin Qt pun, Qt g bs membecinya apa lagi membalasnya… :’) Begitulah cinta..
      Ada kalanya, ia membawa Qt melayang hingga langit ke tujuh, namun sesaat kemudian juga dapat dengan mudahnya menghempaskan Qt hingga jatuh tersungkur. Subhanallah, Allah SWT menciptkan rasa CINTA dengan kesempurnaanNya. Aq percaya, bahwa cinta pada dasarnya adalah ketulusan. Qt tulus mencintainya, meski mungkin ia tak membalasnya. Qt tulus memberi tanpa berharap kembali. Sepenuh hati akan mencintainya apapun keadaannya. Termasuk meski mungkin ia tak lagi menjadi milik kita..

      Buat adikku, Azhar…
      Yang masih terlalu dini untuk satu hal yang namanya Cinta. Masih terlalu dini dalam memahami apa arti hidup, dan bagaimana sebaiknya menyikapi tiap permasalahan hidup ini. Usiamu masih begitu belia untuk pilihan yang kau ambil. Jalanmu masih panjang, dan masa depanmu masih begitu cerah untuk kau tinggalkan begitu saja. Dari ceritamu, kau anak yang pandai dan cerdas, sekaligus sholeh.. InsyaAllah! Jadi janganlah kau ambil keputusan sesaat yang akan kau sesali nantinya di akhirat. percayalah, kalau bukan itu jalan keluarnya. Dan bukan jalan yang terbaik. Disaat Qt depresi, banyak kecenderungan orang akan berpikir singkat dan tidak menggunakan akal sehatnya. Tidak terkecuali dengan Q. Sempat memang terpikir untuk mengakhiri hidup ini, karena nampaknya sudah tak ada gunanya lagi. Tapi setiap kali niat buruk itu muncul, Aq selalu ingad bahwa “Orang yang mengakhiri hidupnya (menyerah) tak akan pernah diijinkan masuk surganya Allah”. Siapkah Azhar dengan konsekuensi itu???
      Dan 1 hal lagi yang selalu jadi peganganku, bahwa Tuhan tak akan memberikan ujian diluar kemampuan kita.. Percaya itu dk..
      Sakid memang, amat sangad.. Terlebih dalam bulan” awal Qt harus kehilangan dy. Rasanya dimanapun Qt berada, dsna selalu ada dy. Qt cb lupapun, malah setiap saat selalu hadir di benak Qt, Bnr gak?!. Bahkan sampai sekarangpun, terkadang kalo inged soal itu masih sakid…
      Sama koo, hampir semua orang yang patah hati mengalaminya. Hanya saja berbeda tingkat depresinya. Tergantung bagaimana mind set Qt.

      Penderitaan akan selamanya terasa menyakitkan jika kita terus meratapinya.
      Tapi penderitaan itu akan hilang jika kita bisa merasakan kenikmatan dari penderitaan itu…

      Intinya, percayalah bahwa ini semua rencana Tuhan. Dan Tuhan tidak akan memberikan yang buruk bagi hambanya. Percaya bahwa apa yang Azhar alamin, itu yang terbaik bwt Azhar… Key?
      Azhar harus bisa bangkit, jangan terus menerus diratapin. Lebih baik cari kegiatan positif n yang terpenting lebih banyak waktu untuk mendekatkan diri ma Allah. Insyallah hati Azhar lebih tenang n damai. IKHLAS-kan dy…. Mungkn awalnya tu g mudah, tapi seiring berjalannya waktu, kakak yakin Azhar pasti bisa ko…

      “Aku bahagia untuk mu” itu mind set Qh.
      Kl memang bukan Aq yang kau pilih untuk disampingmu, aku rela dan aku ikhlas. Asal kau bahagia disana… Tulus ku berdoa untuk dy. Karena bagiku, bahagianya… adalah bahagia ku juga :’)

      Yakini juga, kalo emg dy jodohmuu, g bakal kemana koo.. : ) Tenang ajj, key?
      Dan kalo memang dy bukan jodohmu, kakak percaya bakal ad seseorang yang jauh lebih baik dari dy yang bakal sayang ma kamu dengan setulus hati.
      Azhar punya ortu yang begitu sayang ma Azhar, keluarga yang begitu mencintai Azhar. Tegakah Azhar mengecewakan dan meninggalkan mereka semua dengan cara tragis seperti itu??? Gunakan akal sehat, dan hati nurani Azhar. Sungguh Allah melaknat mereka yang putus asa dan mengakhiri hidup mereka. Kakak g mau Azhar termasuk menjadi salah satunya…
      Masih banyak hal” besar yang bisa Azhar lakukan untuk Bengkulu juga Negeri ini… ^^
      Buat kami semua bangga dengan karya”mu… lanjutkan hidupmu dengan semangad yang baru… Key?

      Sesungguhnya sabar adalah jalan keluar bagi mereka yang tak memiliki jalan keluar… : )
      Semoga Azhar bisa sabar dan tabah jalani ujian ini… _Ameen_
      Don’t give up buddy, because you’re loved…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: