Monthly Archives: January 2011

Just 4 Fun… :D

Click to play this Smilebox invite
Create your own invite - Powered by Smilebox
This invitation customized with Smilebox

It’s Time To Let Go… ( It’ll be OK )

For a heart that’s torn, there’s not much you can do but understand. There’s no easy way to let go of someone that you know will never be yours again. I am aware that time will come that I need to give you up. You left me at the very moment that I can’t even say the words goodbye . I cry for the pain, the moments shared, and the times I thought I’ll have you forever. I know you’re not mine to keep but holding on to your words became my way to keep me going. Wish you saw my tears… Cause it spells the truth about how I really feel inside. My tears explains the pain when you decided to leave ..and the pain of not having you back.  Smile and laughter can’t even cover up the PAIN.. Till this very day, I am still picking up the broken pieces. Secret tears still flow.. But I’m looking forward to that one day that I can finally say I’M OVER YOU and stand next to you without even wanting to hold your hand………

Beda Antara Suka, Cinta & Sayang

Dihadapan orang yang kau cintai,
musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah
Dihadapan orang yang kau sukai,
musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit

Dihadapan orang yang kau cintai,
jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kau sukai,
kau hanya merasa senang dan gembira saja

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai,
matamu berkaca-kaca
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai,
engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cintai,
kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam
Dihadapan orang yang kau sukai,
kata kata hanya keluar dari pikiran saja

Jika orang yang kau cintai menangis,
engkaupun akan ikut menangis disisinya
Jika orang yang kau sukai menangis,
engkau hanya menghibur saja

Perasaan cinta itu dimulai dari mata,
sedangkan rasa suka dimulai dari telinga
Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,
cukup dengan menutup telinga.
Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai,
cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

“Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta… ada perasaan yang lebih mendalam.
Yaitu rasa sayang…. rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah.  Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi. Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi. Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia.. walaupun harus kehilangan.”

Gambar Orang-Orang Super Malas

Kita memang tahu bahwa di dunia ini banyak orang malas tentang hal-hal yang mereka lakukan dalam hidupnya. Sebagian kita menyebutnya orang yang malas dan sebagian lagi kita menyebutnya orang yang SUPER MALAS.

Berikut adalah kumpulan foto dari orang-orang yang super malas tersebut. Foto-foto ini adalah realita! Anda bisa tersenyum atau mungkin mengatakan “ada yah orang kaya begini!!”, terserah anda :mrgreen:

Demi naik escalator, saya pokoknya rela antri!!! :mrgreen:

maLes ganti chaneL manuaL yg cuman jarak selangkah kaki…

Itu kulkas, bunga esnya ampe kaya begitu, kaga dibersih-bersihin brp taun tuch?? 😯

Itu kalo tulisannya panti jompo, maklum banget kalo pada pake escalator.. ckckck… mrgreen :mrgreen:

Niat banget bawa mobil tuh orang… MaLes jaLan kyak na.. mrgreen :mrgreen:

Kacau nih..semua berantakan abiss,, redface 😳

Yaaah ini lagi … Geser dulu napa sih pohonnya? 👿

Bu, Anda nih niat ngajak anak anda ‘jalan-jalan’ atau ngga sih??

Niat ngeblok jalan kaga sih??

Yah ni orang, ngebersihin saljunya cuma secuiL begitu. maLes bgt dah.. Nabrak baru tau rasa dia. mrgreen :mrgreen: mrgreen

Pantesan aja badannya subur begitu… :mrgreen:

Nggak kebagian tempat duduk juga kaga apa-apa, yg penting masih bisa tidur…. :mrgreen:

Kasian juga tuh armadilo. Digeser dulu sedikit ngapa? maLes bgt deh…

‘Dicetak di Hong Kong . Dilipat di China.’ :mrgreen:

source: Kaskus

Tangga – Tangga Unik yang Sangat Inspiratif

Mungkin tangga yang akan ditampilkan di sini akan terlihat memusingkan kepala , tetapi mungkin juga bisa menjadi inspirasi anda dalam berkarya , Mau lihat ? yuk kita lihat sekarang….

hmm .. multi fungsi nih kayaknya ,

Wow.. ga takut patah ??!

Hmm Zig Zag nih..

Sangat inspiratif sekali. Gagang Pegangan Tangganya dari Replika Pohon Menjalar . Sweet bgt iaa…. Really love it 🙂

Waw.. Rak buku atau tangga ??. Bisa dua – dua nya 🙂

Ini Tangga Atau Prosotan ??.

Terlihat seperti ombak ?! . tetapi tetap tangga 🙂

Seperti ini tampilannya .. dari samping

Gimana Nginjeknya nihh ?? . takut kepleset mrgreen :mrgreen:

Colourfull !!.. Pokoknya i love you pull deh mrgreen :mrgreen:

Melayang Atau nempel di samping ya ??

Spiral ??. cocok nih buat kantor ..

Wew .. Melayang nih ceritanya

Couple ?? mrgreen :mrgreen: uniq !!

Unik atau memang sudah tua sekali ya ?? mau liat depannya ??

Seperti ini depannya , Uniq kan ?!

Semoga Bisa jadi inspirasi kalian dalam berkarya 🙂 mau yang lebih unik ??! bikin sendiri dunx !!

Dialah Penemu “Emoticon” Pertama di Dunia

Smiley Emoticon, atau biasa disebut emoticon, siapa sih yang tidak tahu emoticon? Semua orang pasti sudah tahu dengan yang namanya emoticon, atau bahkan ada yang menggunakan emoticon di setiap teks virtual seperti pada Facebook, Twitter, hingga SMS.

Awalnya, kamu mungkin mengetahui emoticon dari temanmu atau dari orang lain, namun, tahukah kamu siapa yang memperkenalkan emoticon pertama kali? Kalau belum tahu, mari simak biografi ilmuwan komputer ini 🙂

Scott Elliott Fahlmanatau yang biasa disebut Scott Fahlman adalah seorang ilmuwankomputer di Carnegie Mellon University. Lahir di Medina, OhioU.S. pada 21 Maret 1948

Ia dinobatkan menjadi orang pertama yang memperkenalkan smiley emoticon. Pada awalnya, ia menciptakan emoticon karena menurutnya emoticon akan membantu orang dalam membedakan postingan serius dari postingan lelucon pada papan pesan di Universitas Carnegie Mellon. Ia mengusulkan penggunaan ” 🙂 ” dan ” 😦 ” untuk tujuan ini.
Pesan asli dari mana simbol-simbol tersebut berasal telah diposting pada tanggal 19 September 1982. Pesan itu ditemukan oleh Jeff Baird pada tanggal 10 September 2002, kutipan pesan tersebut seperti berikut ini:

Fahlman memberikan sedikit “kata pengantar” tentang smiley emoticon di salah satu postingan blognya.

Meskipun ia dinobatkan menjadi orang yang pertama kali menciptakan smiley emoticon, ia bukanlah orang pertama yang menggunakannya, smiley emoticon pertama kali tampak di salah satu artikel Reader’s Digest pada bulan Mei 1967. Dalam sebuah wawancara yang dicetak di New York Times pada tahun 1969, Vladimir Nabokov menyebutkan, “Saya sering berpikir sebenarnya harus ada tanda ketik khusus untuk tersenyum – semacam tanda cekung, tanda kurung bulat telentang”.

Fahlman menerima gelar sarjana dan gelar master pada tahun 1973 dari MIT, dan gelar Ph.D. dari MIT pada tahun 1977.

Fahlman bertindak sebagai penasehat tesis untuk Donald Cohen, David B. McDonald, David S. Touretzky, Skef Wholey, Justin Boyan, Michael Witbrock, dan Alicia Tribble Sagae.

Pada musim gugur tahun 2007 lalu, Dia dan rekan-rekannya menciptakan sebuah kontes siswa, sebuah penghargaan siswa untuk mendorong inovasi dalam komunikasi orang-orang yang dibantu teknologi.

Source: Wikipedia.org

Menunggu…

Di suatu tempat di tepian sungai, seorang pemuda memandangi seorang pemancing tua. Sambil duduk beralas daun pisang, Pak Tua begitu menikmati kegiatan memancing. Ia pegang gagang pancingan dengan begitu mantap. Sesekali, tangannya membenahi posisi topi agar wajahnya tak tersorot terik sinar matahari. Sambil bersiul, ia sapu hijaunya pemandangan sekitar sungai.

Sang pemuda terus memandangi si pemancing tua. “Aneh?” ucapnya membatin. Tanpa sadar, satu jam sudah perhatiannya tersita buat Pak Tua. Tujuannya ke pasar nyaris terlupakan. “Bagaimana mungkin orang setua dia bisa tahan berjam-jam hanya karena satu dua ikan?” gumamnya kemudian.

“Belum dapat, Pak?” ucap si pemuda sambil melangkah menghampiri Pak Tua. Yang disapa menoleh, dan langsung senyum. “Belum,” jawabnya pendek. Pandangannya beralih ke si pemuda sesaat, kemudian kembali lagi ke arah genangan sungai. Air berwarna kecoklatan itu seperti kumpulan bunga-bunga yang begitu indah di mata Pak Tua. Ia tetap tak beranjak.

“Sudah berapa lama Bapak menunggu?” tanya si pemuda sambil ikut memandang ke aliran sungai. Pelampung yang menjadi tanda Pak Tua terlihat tak memberikan tanda-tanda apa pun. Tetap tenang.

“Baru tiga jam,” jawab Pak Tua ringan. Sesekali, siulannya menendangkan nada-nada tertentu. “Ada apa, Anak Muda?” tiba-tiba Pak Tua balik tanya. Si Pemuda berusaha tenang. “Bagaimana Bapak bisa sesabar itu menunggu ikan?” tanyanya agak hati-hati.

“Anak Muda,” suara Pak Tua agak parau. “Dalam memancing, jangan melulu menatap pelampung. Karena kau akan cepat jenuh. Pandangi alam sekitar sini. Dengarkan dendang burung yang membentuk irama begitu merdu. Rasakan belaian angin sepoi-sepoi yang bertiup dari sela-sela pepohonan. Nikmatilah, kau akan nyaman menunggu!” ucap Pak Tua tenang. Dan ia pun kembali bersiul.

**

Tak ada kegiatan yang paling membosankan selain menunggu. Padahal, hidup adalah kegiatan menunggu. Orang tua menunggu tumbuh kembang anak-anaknya. Rakyat menunggu kebijakan pemerintahnya. Para gadis menunggu jodohnya. Pegawai menunggu akhir bulannya. Semua menunggu.

Namun, jangan terlalu serius menatap ‘pelampung’ yang ditunggu. Karena energi kesabaran akan cepat terkuras habis. Kenapa tidak mencoba untuk menikmati suara merdu pergantian detak jarum penantian, angin sepoi-sepoi pergantian siang dan malam, dan permainan seribu satu pengharapan.

Nikmatilah! Insya Allah, menunggu menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan. Seperti memandang taman indah di tepian sungai.

Filosofi Pohon

Dalam sebuah perjalanan seorang ayah dengan puteranya, sebatang pohon kayu nan tinggi ternyata menjadi hal yang menarik untuk mereka simak. Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut.

”Anakku,“ ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau ayahnya akan mengucapkan sesuatu yang serius.

”Adakah pelajaran yang bisa kau sampaikan dari sebuah pohon?“ lanjut sang ayah sambil tangan kanannya meraih batang pohon di dekatnya.

”Menurutku, pohon bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran, dan penyeimbang kesejukan udara,“ jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian.

”Bagus,“ jawab spontan sang ayah. ”Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,“ tambah sang ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas.

”Perhatikan ujung pepohonan yang kamu lihat. Semuanya tegak lurus ke arah yang sama. Walaupun ia berada di tanah yang miring, pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya,“ jelas sang ayah.

”Anakku,“ ucap sang ayah sambil tiba-tiba tangan kanannya meraih punggung puteranya. ”Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,“ ungkap sang ayah begitu berkesan.

**

Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang tidak berada pada hamparan luas nan datar. Selalu saja ada keadaan tidak seperti yang kita inginkan. Ada tebing nan curam, ada tanjakan yang melelahkan, ada turunan landai yang melenakan, dan ada lubang-lubang yang muncul di luar dugaan.

Pepohonan, seperti yang diucapkan sang ayah kepada puteranya, selalu memposisikan diri pada kekokohan untuk selalu tegak lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran. Walaupun berada di tebing ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan, dan lubang jebakan.

”Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran.“

Source: eramuslim.com

Kisah Uang Seribu dan Seratus Ribu

Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang oke…

Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda. Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :”Ya, ampiiiuunnnn. ………..darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan…… bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan …… Ada apa denganmu?”

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata : “Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan kotoran ayam.

Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk, dari sana saya hijrah ke ‘baluang’ (pren : tau kan baluang…?) Inang-inang. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ……”

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.: “Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum.

Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm….dompetnya harum sekali. Setelah dari sana , aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus. Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan…… aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu. . ”

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya : “Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman. Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!”

“Apa itu?” uang seratus ribu penasaran. “Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau di tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu disana…..”

Dari kisah diatas semoga dapat kita ambil hikmah dan menjadi bahan renungan bagi kita…

Bocah 12 Tahun Temukan Kelemahan FireFox Diberi Hadiah USD 3.000.

Pintar juga remaja belia ini. Pada usianya yang baru menginjak 12 tahun, ia berhasil melacak bug (celah) di browser Firefox sehingga diganjar uang USD 3.000 atau sekitar Rp 26 juta dari Mozilla selaku pembuat Firefox.

Apa prestasinya? Dikutip detikINET dari PC Mag, Selasa (26/10/2010), remaja bernama Alex Miller asal California ini berhasil menemukan sebuah bug yang terkait dengan isu buffer overflow dan memory corruption di Firefox.

Asal tahu saja, Alex harus menghabiskan waktu 90 menit per hari selama 10 hari untuk melacak keberadaan bug dimaksud. Dia memang memiliki skill yang terbilang mumpuni di bidang pemrograman.

Bug bersangkutan lalu dilaporkan pada pihak Mozilla. Sejak bulan Juli, Mozilla memang menawarkan uang bagi mereka yang berhasil menemukan cacat di produk Mozilla.

Banyak yang ragu Alex mencetak prestasi itu, terutama teman sebayanya. Namun setelah ia menunjukkan cek dari Mozilla, baru mereka percaya. Uang hadiah sebagian disumbang ke lembaga sosial dan untuk membeli kado Natal. Sisanya ia tabung di bank.

“Hanya sedikit orang yang berkontribusi di area ini. Bidang ini sangatlah teknis,” kata Brandon Stone, Security Program Manager Mozilla.

Dengan demikian, apa yang dilakukan Alex memang tidak sembarangan. Pantaslah dia diberi penghargaan uang cukup banyak dari Mozilla.

[detikinet]

%d bloggers like this: