Kisah Pembunuhan John Lennon

New york, 8 Desember 1980

John lennon baru saja melangkahkan kaki keluar dari limousine menuju apartemen dakota. Sesaat sebelum masuk kegedung tersebut, Mark david Chapman, seorang fans john lennon dan the beatles memanggilnya ”Mr.Lennon!”

John berbalik dan…DOR!!!

Lima peluru dimuntahkan dari revolver 38, yang satu meleset namun empat lainnya menembus punggung dan pundak john. Dia tak langsung ambruk . Dia sempat berjalan sebanyak enam langkah sambil berkata. ”Aku tertembak. Aku tertembak!!”.

Kemudian john terjatuh dan bersimbah darah.

Pada hari itu juga seluruh dunia mengutuk chapman.Kisah pembunuhan ini sebenarnya dimulai disuatu ketika chapman tiba di new york dari hawaii pada 6 desember 1980. Chapman menginap di penginapan murah YMCA, kurang lebih sembilan blok jaraknya dari apartemen dakota,gedung yang ditempati john lennon.

Chapman mulai mondar-mandir disana. Malamnya, dia naik taksi ke greenwich village. Berdasarkan keterangan Mark snyder , sang supir taksi, dalam perjalanan chapman membual bahwa dia baru saja menangani rekaman album baru john lennon dan paul mc cartney yang direkam pada hari itu, chapman juga memperkenalkan diri sebagai seorang teknisi suara.

Keesokan harinya, minggu, 7 desember 1980, chapman kembali mondar-mandir didepan gedung apartemen dakota. Lalu dia pindah ke hotel Sheraton Center.

Pada senin sore, 8 Desember 1980, sekali lagi chapman hilir mudik didepan apartemen dakota. Kali ini dia bersama paul goresh, pemuja lennon sekaligus fotografer amatir asal north arlington,new jersey. Dalam percakapannya dengan goresh, chapman mengatakan bahwa dia sudah tiga hari keluyuran disini dan berharap dapat menjumpai lennon dan meminta tanda tangannya.

Menurut goresh, pada sekitar pukul 17.00, john dan yoko keluar dari gedung itu untuk memenuhi jadwal rekaman di studio record plant. Chapman lalu mendekati lennon sambil menyorongkan album baru double fantasy lennon menerimanya dan mencoretkan tandatangannya:” john lennon 1980”, diatas sampul album itu. Goresh pun menjepretkan kameranya.

Chapman tampak berseri-seri.

“john lennon menandatangani album saya,” kata chapman kepada goresh.” tak seorang pun di hawaii akan percaya pada saya”.

Hingga dua jam kemudian , kedua pemuja john lennon tersebut masih berdiri didepan apartemen dakota. Goresh kemudian memutuskan untuk pulang. Chapman berusaha menahannya. Kata chapman,”john lennon akan segera kembali, kau bisa meminta tanda tangannya”.

Goresh menjawab bahwa dia akan minta tanda tangan lennon di lain hari.
“akan aku tunggu,” kata chapman. ”kau takkan tahu kapan kau bisa menjumpainya lagi”.

John lennon bersama yoko ono merampungkan sebuah rekaman tunggal baru berjudul ”walkin on thin ice” di studia record plant dan sempat berwawancara dengan RKO radio hingga pukul 22.30, menurut rencana , rekaman tunggal baru ini akan dirilis pada awal tahun baru. Lagu tersebut akan dinyanyikan oleh yoko dan john mengiringinya dengan gitar.

“kami mempunyai rencana makan malam sepulangnya dari studio ,” kata yoko dikemudian hari. ”Tapi sebagai gantinya kami memutuskan pulang”.
Kata-kata terakhir john pada desember 1980 adalah tentang keinginan melihat anaknya yang belum tidur, kata yoko.

“kami sedang pulang dari studio , dan saya katakan”apa kita makan malam saja diluar sebelum pulang?”, kenang yoko.

John mengatakan,” jangan kita pulang saja soalnya aku mau melihat sean sebelum tidur”, sepertinya dia tidak yakin dan waswas kami bisa sampai ke rumah sebelu sean tidur. Itu yang terakhir dia katakan, dia ingin lihat Sean”.

Mobil limousine sewaan mereka kembali ke dakota pada pukul 22.50. Limousine itu seharusnya berhenti di gerbang masuk , namun pada saat itu berhenti di pinggir jalan. Yoko keluar lebih dulu, diiringi john beberapa langkah dari belakang.Ketika john melewati bagian bawah lengkungan gerbang masuk yang menghubungkan halaman dalam digedung dakota, sebuah suara terdengar sopan memanggilnya dari belakang,”Mr.Lennon!”. John membalikkan badannya. Chapman tampak berdiri dalam jarak lima kaki. Dia membidikkan pistol dengan kedua tangan kearah john.pistol chapman menyalak beberapa kali.

“Aku tertembak!” rintih lennon sambil terhuyung huyung.

Tembakan itu meninggalkan bercak—bercak darah sepanjang enam kaki. John roboh didepankantor penjaga pintu.

Chapman kemudian membuang pistolnya . Penjaga pintu menyepak benda itu sejauh mungkin disaat yoko menopang kepala john pada tangannya.

“apakah kau menyadari apa yang kau lakukan?” tanya penjaga pintu kepada chapman.
“aku baru saja menembak john lennon,” jawab chapman tenang tapi linglung.

Dalam beberapa menit polisi berdatangan atas laporan penjaga pintu . Chapman menunggu mereka sambil membaca novel klasik karangan J.D.Silinger, the catcther in the rye.Dua orang polisi lalu menggeledah dan memborgol chapman. Dua polisi lainnya memeriksa tubuh john.
“tubuhnya bermandikan darah, semuanya merah,” seru petugas bernama Anthony Palma. ”orang ini sedang sekarat,lekas angkat!”.

John yang setengah sadar dan bermandikan darah lalu diangkat ke jok belakang mobil patroli polisi james moran.

“tahukah siapa anda?” tanya moran hendak menguji kesadaran lennon
Lennon mengerang lalu menganggukkan kepalanya.

Ketika moran melarikan john ke roosevelt hospital yang berjarak 15 blok, palma membuntuti bersama Yoko.

John lennon di umumkan meninggal dunia di kedatanganan di St.Luke’s-roosevelt hospital center. Dinyatakan bahwa tak seorang pun yang dapat hidup lebih lama setelah mengalami peristiwa seperti itu. Meskipun john tiba dirumah sakit tanpa detak jantung, tim dokter berusaha menyelamatkan nyawanya menggunakan berbagai prosedur medis. Transfusi darah dan pemijatan jantung di usahakan untuk menyelamatkan jiwanya.

Disaat john lennon telah dinyatakan meninggal dunia di roosevelt hospital, bagaimana dengan chapman? setelah john di larikan ke rumah sakit, chapman langsung di tangkap oleh petugas dan di bawa kekantor polisi untuk interogasi, anehnya saat di suruh menuliskan namanya, chapman menuliskan “john lennon sebagai namanya.

About Faith4Hope4Love

A unique person created by God who loves music and has passion in education and motor sport. A smart girl who's obsessed with Michael Schumacher, watching F1, Moto Gp, surfing the internet and blogging... .: A girl with her colorful bittersweet life :.

Posted on December 27, 2010, in History, The Fact and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: